BERMAIN ADALAH BELAJAR BAGI ANAK USIA DINI
Abstract
Setiap orang tua tentu selalu menantikan kehadiran buah hati. Kehadiran anak tentu akan menambah kebahagiaan dalam rumah tangga. Untuk mendapatkan pendidikan yang baik, anak harus memulainya sejak usia dini bahkan saat masih dalam kandungan. Anak usia dini antara 4 sampai 6 tahun yang dikenal dengan anak usia prasekolah oleh para ahli disebut sebagai masa keemasan, karena kecerdasan pada masa ini meningkat hingga 50%. Banyak sekali cara yang dapat dilakukan untuk mendampingi anak usia dini. Salah satunya adalah bermain. Belajar sambil bermain atau bermain sambil belajar dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan menghibur bagi anak. Bermain akan meningkatkan aspek fisik, mental, intelektual, dan spiritual anak. Mereka akan menemukan hal-hal baru yang belum pernah diketahui sebelumnya. Bermain memiliki manfaat dan pengaruh bagi anak, antara lain memperkuat fisik (tubuh) melalui gerakan otot, mengembangkan kepribadian, meningkatkan komunikasi, dan sebagainya. Jenis bermain yang dapat dilakukan adalah melalui metode bermain sosial, bermain dengan benda, dan juga bermain peran. Masing-masing metode tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun yang terpenting adalah jangan sampai memaksakan pembelajaran yang kurang baik kepada mereka, karena pada dasarnya dunia anak usia dini adalah dunia bermain, bermain sambil belajar atau metode belajar melalui bermain.






.png)


